Marketing Tanpa Biaya Marketing

 
 

Halo, Mas dan Mbak!

Ini adalah tulisan perdana Pakde. Sehari-hari pekerjaan Pakde mengurus barang online shop. Kalau sedang jenuh, Pakde suka belajar tentang kewirausahaan dan ngobrol dengan teman-teman pelaku bisnis. Nah, supaya ilmunya ga lupa, Pakde coba tulis di blog ini.

Identify your niche core customer. Those fanatic first user will help you grow for free.
Growth Hacker Marketing by Ryan Holiday

Gara-gara baca buku tentang growth marketing, Pakde jadi sering cari contoh produk yang memakai strategi pemasaran nyaris tanpa biaya. Salah satunya adalah Whatsapp. Pernah kepikiran nggak strategi marketing mereka bagaimana? Tidak pernah lihat iklannya tapi kok semua orang pakai? Alasannya beragam ada yang bilang karena mereka adalah pionir, daftarnya mudah, word of mouth, dan ada yang bilang karena snowball effect.

Bicara soal marketing, minggu lalu Pakde berkesempatan ngobrol dengan teman-teman dari Elhaus. Edo sebagai founder dan Daniel sebagai marketing director. Dari obrolan tersebut, sepertinya bisa banget jadi contoh growth marketing yang akan Pakde bahas dalam blog perdana ini.

Berawal dari fenomena sekitar 2009 saat banyak orang mengeluarkan jutaan rupiah untuk beli jeans, Elhaus menangkap peluang tersebut untuk membuat jeans dengan kualitas tinggi dan detil menawan namun dengan harga yang lebih kompetitif.

                                                                  Edo — Founder of Elhaus

                                                                 Edo — Founder of Elhaus

Brand yang pernah masuk dalam daftar “7 Local Denim Brand You Should Buy Before You Die” versi Freemagz ini, baru mulai pasang iklan Instagram pada pertengah 2017. Pertanyaannya, selama ini promosi dimana?

1. Komunitas

Sejak awal berdiri, Elhaus memperkenalkan produk melalui komunitas denim. Hingga sekarang pun masih mengikuti offline event seperti Wall Of Fades.

2. Media coverage

Selain menjaga relasi dengan komunitas, hal yang sama juga dilakukan terhadap media. Elhaus sering diliput dan mendapat ulasan positif. Mulai dari Majalah SWA sampai media internasional seperti HypebeastHeddelsHighsnobiety.

                                                         Daniel — Marketing Director of Elhaus

                                                        Daniel — Marketing Director of Elhaus

3. Marketing content

Menurut Daniel, tim marketing Elhaus, kalau diibaratnya main bola, produksi itu sudah lewat half time. Jadi proses kreatif sudah berjalan jauh sebelum pembuatan konten marketing.

Berangkat dari sebuah konsep, menjadi desain lalu kemudian menjadi sebuah produk. Setelah produksi selesai, semakin jelas dan enak mengejawantahkannya ke photoshoot maupun copywriting.

Jadi inget pertama kali bikin bisnis. Bukannya bikin konsep, Pakde malah sibuk cari supplier (hehe). Kalau kalian sendiri bagaimana? Ceritain dong pengalaman marketing kalian di bawah.

Oh iya, minggu depan Pakde janjian ngobrol dengan Maulana dari Kravasia. Biar nggak ketinggalan cerita, follow Pakde ya. Nanti Pakde update juga di Instagram: @pakde.id.

 
 
Nicko Batubara